Sistem Informasi Manajemen Data Relawan
& Saran Kesiapsiagaan Bencana
Berbasis Rule-Based Reasoning

Platform informasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA)
di Kabupaten Indramayu

43
TOTAL DESTANA
DESTANA
749
TOTAL RELAWAN
Relawan terdaftar
81
PROGRAM PELATIHAN
Data pelatihan tersimpan
80
DATA PERALATAN
Data peralatan tersimpan
83
TINGKAT RISIKO
Teridentifikasi

Apa itu SIM RBR?

SIM RBR (Sistem Manajemen Data Relawan dan Saran Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Rule-Based Reasoning) merupakan sistem yang digunakan untuk membantu monitoring tingkat kesiapsiagaan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Kabupaten Indramayu. Sistem ini mengelola data relawan, pelatihan, peralatan, dan tingkat risiko bencana untuk menghasilkan nilai, status, serta saran kesiapsiagaan secara terintegrasi.

Manfaat SIM RBR
  • Membantu monitoring tingkat kesiapsiagaan DESTANA.
  • Mengelola data relawan, pelatihan, peralatan, dan risiko secara terintegrasi.
  • Menghasilkan nilai dan status kesiapsiagaan desa secara objektif.
  • Memberikan saran kesiapsiagaan sebagai bahan pendukung evaluasi bencana.

Rule-Based Reasoning

Rule-Based Reasoning (RBR) merupakan metode penalaran berbasis aturan IF-THEN yang digunakan dalam sistem untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) berdasarkan empat variabel utama:

Relawan
Pelatihan
Peralatan
Tingkat Risiko

Sistem menerapkan metode Forward Chaining untuk menghasilkan nilai, status kesiapsiagaan desa dan saran kesiapsiagaan berdasarkan data yang tersedia.

Status kesiapsiagaan yang dihasilkan meliputi:

SIAP CUKUP SIAP BELUM SIAP

Tingkat Ketangguhan DESTANA

Filter Tahun:
20
SIAP
Kesiapsiagaan desa optimal
15
CUKUP SIAP
Perlu peningkatan beberapa aspek
8
BELUM SIAP
Memerlukan pendampingan intensif

Alur Kerja SIM RBR

Proses pengelolaan data kesiapsiagaan desa menggunakan Rule-Based Reasoning dengan teknik Forward Chaining

1. Input Data Kesiapsiagaan

Data relawan, pelatihan, peralatan, dan tingkat risiko desa dimasukkan ke dalam sistem.

2. Perhitungan Nilai RBR

Sistem mengeolah data menggunakan metode Rule-Based Reasoning dengan teknik Forward Chaining.

3. Hasil Kesiapsiagaan

Sistem menghasilkan nilai RBR, persentase kesiapsiagaan, dan status desa.

4. Saran Kesiapsiagaan

Sistem memberikan saran kesiapsiagaan berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh.